Mungkin kamu tidak akan pernah menyangka jika bercocok tanam tidak hanya dapat dilakukan diatas permukaan bumi saja.
Sebab para astronot yang bekerja di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) rupanya mengkonsumsi sayuran yang tumbuh di luar angkasa.
Para astronot punya metodenya sendiri yang disebut `Veggie`. Para astronot mengembangkan jenis sayuran selada lewat sebuah lemari pendingin dan memiliki tingkat keamanan mikrobiologikal yang begitu tinggi.
Baca: Ikan Killi si Ikan Super Yang Mampu Tahan Racun 8 Ribu Kali Lipat
Bahkan, sayuran yang tumbuh pun selalu dibersihkan dengan cairan citric acid dan sanitizer.
Mengutip RT News, proses awal berkebun sayuran luar angkasa ini dimulai pada tahun lalu. Memerlukan LED biru dan merah untuk menjaga agar sayuran tetap dapat tumbuh di luar angkasa.
Para astronot menjelaskan bahwa teknologi Veggie ini sangatlah penting untuk penerbangan jarak jauh di masa depan. Lewat teknologi ini, para astronot tidak hanya menikmati sayuran segar di luar angkasa, tetapi secara tidak langsung bisa menjadi sarana psikologis untuk para astronot yang memiliki hobi berkebun.
“Makanan segar seperti tomat, blueberry dan selada merah merupakan sumber antioksidan yang baik. Memiliki makanan segar seperti ini di luar angkasa justru bisa memiliki dampak positif pada suasana hati orang dan juga bisa memberikan perlindungan terhadap radiasi di ruang angkasa, ” tutur Dr. Ray Wheeler, kepala peneliti proyek teknologi Veggie.
Teknologi Veggie sendiri dikembangkan oleh tim peneliti Orbital Teknologi Corp (Orbitec) di Madison, Wisconsin. Untuk saat ini, setengah dari panen sayuran luar angkasa tersebut akan dikirimkan ke Bumi untuk dicicipi dan dikembangkan lebih lanjut.
Bahkan, sayuran yang tumbuh pun selalu dibersihkan dengan cairan citric acid dan sanitizer.
Mengutip RT News, proses awal berkebun sayuran luar angkasa ini dimulai pada tahun lalu. Memerlukan LED biru dan merah untuk menjaga agar sayuran tetap dapat tumbuh di luar angkasa.
Para astronot menjelaskan bahwa teknologi Veggie ini sangatlah penting untuk penerbangan jarak jauh di masa depan. Lewat teknologi ini, para astronot tidak hanya menikmati sayuran segar di luar angkasa, tetapi secara tidak langsung bisa menjadi sarana psikologis untuk para astronot yang memiliki hobi berkebun.
“Makanan segar seperti tomat, blueberry dan selada merah merupakan sumber antioksidan yang baik. Memiliki makanan segar seperti ini di luar angkasa justru bisa memiliki dampak positif pada suasana hati orang dan juga bisa memberikan perlindungan terhadap radiasi di ruang angkasa, ” tutur Dr. Ray Wheeler, kepala peneliti proyek teknologi Veggie.
Teknologi Veggie sendiri dikembangkan oleh tim peneliti Orbital Teknologi Corp (Orbitec) di Madison, Wisconsin. Untuk saat ini, setengah dari panen sayuran luar angkasa tersebut akan dikirimkan ke Bumi untuk dicicipi dan dikembangkan lebih lanjut.